PENIPAHAN-(suararokannewss.com) “Negara negeri kaca menjuluki hutan Indonesia sebagai peru -paru dunia, yang mana kelestarian hutan Indonesia harus dijaga, untuk menjaga kelestarian hutan Indonesia negara luar telah mengucurkan bantuan dana milyaran agar hutan Indonesia tetap lestari.
Hal tersebut tidak diindahkan, para Pegiat perambahan hutan terus membuka lahan baru untuk perkebunan sawit tak peduli bencana alam menimpa masyarakat karna ulahnya.

Pantauan salah seorang warga masyarakat Pasei (Pelika) kepenghuluan Pasir limau kapas kecamatan pasir limau kapas kebupaten rokan hilir. diakun facebook milik Masnun terlihat luasnya hamparan lahan gambut sudah terang (gundul) dibabat habis mengunakan 7 alat berat excavator bekerja selamat dua (2) bulan.
Masnun menghimbau kepada bapak presiden probowo melihat rekanan videonya bahwa telah terjadi perambahan hutan yang dilakukan bawahanya diduga tanpa mengantongi Izin.

Salah seorang tokoh masyarakat rohil peduli lingkungan Alkaf Hanori menilai, Akibat lemahnya kinerja
Dinas dalam mengawasi lingkungan hidup mulai dari tingkat daerah kabupaten. Provinsi hingga Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di tingkat pusat, ujar Alkaf saat diminta tangapan sabtu 06/11 terkait perambahan hutan.
Peristiwa bencana alam banjir yang menimpa daerah sumatra jangan terulang kembali, bencana tersebut meninggalkan kenangan pahit bagi keluarga korban dan masyarakat sumatra.
Alkaf menyarankan Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mundur dari jabatannya, karna menilai Raja Juli gagal menjalankan tugas, tidak konsisten dalam kebijakan, begitu juga kepala dinas ditingkat Provinsi dan Kabupaten lebih baik mundur teratur.
“Kalau Pak Menteri tidak mampu mengurus kehutanan dengan benar, lebih baik mundur. Ini bukan soal pribadi, tapi soal masa depan hutan kita. Pak Menteri terlihat tidak memahami persoalan kehutanan secara utuh,” tutupnya. .
Penulis : Satria Oyon






