PENIPAHAN -suararokannewss-“Program Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) sebesar Rp900 ribu per keluarga miskin tahun 2025 kembali menuai sorotan warga kelurahan Penipahan kecamatan pasir limau kapas kebupaten rokan hilir.
Warga mengeluhkan proses pendataan sensus dan survei Badan Pusat Statistik (BPS) Penipahan tidak mengaku Registrasi Sosial Ekonomi (Rongsosek) sehingga penyaluran bantuan tidak tepat sasaran. Ungkap Azuar warga penipahan saat dikonfirmasi media suararokannewss.com 30/11.
Azuar mengatakan, “Bantuan yang sejatinya ditujukan untuk masyarakat rentan ekonomi ini dinilai menimbulkan ketimpangan data sosial dan transparansi penyaluran.
Sebagian warga dikelurahan penipahan merasa heran, sebanyak 402 penerima bantuan diantaranya ada beberapa keluarga mampu justru masuk dalam daftar penerima bahkan ada yang sudah meninggal. Ujarnya

Sementara, warga miskin yang jelas membutuhkan malah tidak terdaftar.
Menurut Azuar, Data yang dimiliki pendataan Dinas Sosial Kabupaten Rohil dinilai tidak sesuai dilapangan Karna penerima masih perlu diverifikasi ulang. Tutupnya
Penilis :Satria Oyon






