KPLP Lapas Bagansiapiapi Di Duga Melakukan PENCITRAAN Lewat Zero Halinar, Guna Menutupi Kegiatan Haram Di Balik tembok Penjara.

Hukum & Kriminal842 Dilihat

Bagansiapiapi-(suararokannewss.com) “Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas IIA Bagansiapiapi Sigit Pramono mengatakan disalah satu media online Selasa 12 mei 2026 yang katanya Komitmen kami terhadap Zero Halinar (Handphone, Pungli, dan Narkoba) adalah harga mati.

Mantan Warga Binaan Lapas Bagansiapiapi Hartoyo yang kerap dipanggil Oyong mengatakan, “Hal yang wajar saat razia gabungan hanya mendapatkan minyak wangi, pisau, obeng, sendok hingga botol susu belita, bapak TNI dan Polri diperalat oleh pihak lapas, semuanya handphone sudah diamankan sebelum razia. Ujar Hartoyo seorang mantan warga binaan kerap melihat saat adanya razia.

Perjanjian pelayanan sesuai standar

“Dimana letak Zero Halinar harga mati jika dibalik tembok penjara ada dugaan  sandikat penipuan secara online melalui akun Facebook yang memakai foto polisi mencari korban dengan cara Loby Desah (Lodes).”

Pak KPLP,  apa sudah lupa

“PERIUK SUDAH TERBALIK”
Lapas Bagansiapiapi kedatangan tamu dari kepolisian menjemput pelaku penipuan (Lodes-red), kepala kamar (Palkam) dan 4 petugas lapas termasuk satu orang petugas wanita turut dibawa oleh pihak kepolisian.”

“Upaya perdamaian pihak lapas tuk melepaskan warga binaan dan petugas lapas bukan jumlah sedikit lo pak..? Milyaran Rupiah uang yang dikumpulkan dari KEN dan Petugas lapas lainnya, apakah itu bukan suatu bukti.”

Kita punya bukti rekaman pengakuan dari petugas lapas yang ikut nyumbang dan kronologi kejadian, rekaman ini akan kita lanjutkan ke kementerian. Tutup Hartoyo

KPLP melakukan Pemblokiran alat komunikasi suatu langkah memutuskan rantai komunikasi yang mana pihak wartawan melakukan konfirmasi.

Terkait legalitas media yang dikatakan Sigit Pramono yang sengaja mencari celah alasan, secara jelas terlihat di BOX REDAKSI legalitas media, penerbitan berita, Nomor AHU dan Bidang Hukum, bukan media abal-abal.

Penulis : Tim AMI dan Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *